Feeds:
Posts
Comments

Archive for December, 2009

Mengapa Surga di Telapak Kaki Ibu?

Meskipun sudah terlambat (untuk memperingati hari Ibu).. biarlah kutipan tulisan ini menjadi sesuatu yang harusnya kita renungkan.. Sudah lama sekali saya mencari jawaban atas pertanyaan itu.. Semoga apa yang saya dapatkan ini bisa melukiskan gambaran betapa ***… menjadi seorang ibu..

—————————–

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya kepada ibunya. “Ibu, mengapa Ibu menangis?”. Ibunya menjawab, “Sebab, Ibu adalah seorang wanita, Nak”. “Aku tak mengerti” kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti….”

Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya, “Ayah, mengapa Ibu menangis? Sepertinya Ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?” Sang ayah menjawab, “Semua wanita memang menangis tanpa ada alasan.” Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya. Lama kemudian, si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa wanita menangis.

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan, “Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?” Dalam mimpinya Tuhan menjawab, “Saat Kuciptakan wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga, bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau, seringkali pula, ia kerap berulangkali menerima cerca dari anaknya itu. Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa.

Pada wanita Kuberikan kesabaran, untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah. Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya, dalam kondisi apapun, dan dalam situasi apapun. Walau, tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya.

Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit, dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak?

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan, bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau seringkali pula, kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami, agar tetap berdiri, sejajar, saling melengkapi, dan saling menyayangi.

Dan akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya, air mata ini adalah air mata kehidupan”.

Maka, dekatkanlah diri kita pada sang Ibu kalau beliau masih hidup, karena di kakinyalah kita menemukan surga.

Read Full Post »

Perjalananku…

Lama sekali tak kusentuh blog ini… terlindas dengan mainan baru yg namanya pacebuk…  tapi.. di sini ada hal2 yg berbeda, keinginan berkata-kata panjang dan lama…

Pengen kuceritakan perjalanan ini sebagai suatu guratan pena yg juga menyenangkan dan berkesan… Manado kotanya.. kota di ujung pulau Sulawesi ini, aku (dan tiga rekan dosen laennya dari UII) kunjungi tgl 17-20 Nopember ’09 yang lalu berkenaan dengan kegiatan Aptikom… Rakor dosen Informatika dan komputer seluruh Indonesia…

Kegiatan berjalan lancar, meskipun rakor berlangsung sampe jam 12 malam… tetapi agaknya panitia memang kurang siap sehingga banyak hal yang sedikit disesalkan…

———————-

Menado kota kecil yang bersih (bersih juga dari pengemis, pengamen, maupun pedagang asongan) dikelilingi laut dan gunung.. saat itu udara lagi sejuk, sesekali diselingi hujan… Kota yang agaknya sangat menjunjung tinggi toleransi beragama ini, terkenal dengan 4B nya… Bubur Manado, Bulevard, Bunaken, Bitung… tapi jangan lupa Tondano, Tomohon, Malalayang… wuahh.. kalo mau disebut tempat wisatanya, buanyak sekali… Mau berwisata kuliner? ikan cakalang fufu, ikan Roa, klapper tart, dan makanan2 ringan seperti bagea, kacang goyang, kenari dan masih banyak lagi yang bisa dicicipi di Menado…

Sayang sekali, daku belum puas dengan jalan2 nya…. pengen ke sana lagi…

Ayooook.. sapa yang mau diantar ke Manado? Saya siap …. he..he.. pengen diving di Bunaken…

Read Full Post »