Feeds:
Posts
Comments

Archive for March, 2008

Quantum Parenting

Hari Minggu diisi dengan pelatihan? Huah….. Kalo bukan pelatihan Quantum Parenting, mungkin saya gak bakalan mau datang. Segala yang berbau Quantum apalagi narasumber dari KPI (Konsorsium Pendidikan Islam) Al Falah Surabaya, saya sangat tertarik mengikutinya. Selain materi, narasumbernya juga sangat luar biasa dalam menyampaikan materi. Temanya kali ini adalah: Menjadi orang tua efektif dunia akhirat. Simak hasil pelatihan saya ya! <;)>

Mulailah dari Paradigma yang benar (Paradigma akan berpengaruh kepada sikap dan perilaku)

Lanjutkan kalimat berikut ini: (jawab di kertas ya! sebelum anda nantinya akan mengubah paradigma anda)

  • Anak adalah……………………..

  • Anak saya cerdas jika……………..

  • Anak saya bodoh jika…………………

  • Saya berbahagia jika anak saya………….

  • Saya mudah jengkel jika anak saya………..

Coba cermati pertanyaan berikut:

  1. Anak, banyak memberi atau lebih banyak meminta?

  2. Anak-anak semakin nakal atau orangtua semakin tidak sabar?

  3. Orangtua memahami anak atau anak memahami orangtua?

  4. Siapa anak kita itu?

Setelah anda menjawab semua pertanyaan di atas, tolong cermati yang berikut ini.

Beberapa paradigma alternatif

  1. Anak anugerah terindah dalam rumah tangga. (Anda akan sangat bersyukur jika sudah dikaruniani seorang atau lebih anak, bandingkan dengan pasangan-pasangan yang menanti kelahiran anak sampai puluhan tahun)

    • Anak memberi kebahagiaan sejak lahir. Siapa yang gak bahagia waktu anak kita lahir? Hayo.. angkat jempol!

    • Anak banyak mendatangkan rejeki bagi kita.

  2. Anak adalah fitrah (Setiap bayi yang lahir itu fitrah, orangtuanyalah yang menjadikannya majusi, nasrani). Pilihan pendidikan anak:

    • Anak soleh/solehah

    • Anak hiasan dunia (juara kelas, kebanggaan dunia)

    • Anak fitnah –> anak pintar tetapi akhlak buruk

    • Anak sebagai musuh

  3. Setiap anak adalah cerdas

  4. Anak ibarat wadah (menampung semua dari indranya)

  5. Anak adalah pintu kebaikan kita (pernahkah anda diingatkan oleh anak?!)

  6. Anak adalah sahabat baik kita (untuk anak seusia 12 tahun keatas)

Nah, kita juga harus tau otak manusia. Otak manusia adalah:

  • Raksasa tidur.. mau coba membangunkan? tolong diingat kejadian yang sangat mengesankan yang terjadi 20 tahun yang lalu. Anda akan sangat ingat sampai sedetil-detilnya.

  • Menakjubkan

  • Bukan wadah untuk diisi, tetapi api yang siap untuk dipijarkan –> tolong dipicu dengan dialog dan tanya jawab.

  • Otak bagaikan otot tubuh–> perlu dilatih

  • Otak tidak pernah istirahat

Potensi Otak

  • 1 Trilliun neuron

  • 100 milyar sel syaraf akfif

  • 900 milyar sel pendukung

  • 10 informasi tiap detik, otak tidak akan penuh

  • Bekerja secepat kilat

  • Tiap-tiap neuron dapat tumbuh hingga 20 ribu cabang

  • Ibarat alam semesta mini

Proses pertumbuhan otak

  1. Otak embrio menghasilkan neuron atau sel saraf jauh lebih banyak daripada yang dibutuhkan

  2. Neuron yang tetap bertahan mengeluarkan akson (sambungan transmisi jarak jauh sistem saraf) . Di ujungnya akson mengeluarkan cabang.

  3. Sambungan spontan kegiatan listrik, memperkuat beberapa sambungan ini, sementara lainnya (sambungan yang tidak diperkuat oleh kegiatan) mengalami atrofi (menyusut sampai lenyap).

  4. Sesudah kelahiran, otak mengalami lonjakan pertumbuhan kedua, akson (yang mengirim sinyal) dan dendrit (yang menerima sinyal) mengadakan banyak sekali sambungan baru. Kegiatan listrik yang dipicu oleh banjir pengalaman indra, memperhalus peruntaian otak menentukan sambungan mana yang akan dipertahankan

2 Belahan Otak

Kiri menyimpan logika, tulisan, angka, hitungan, urutan, analisa –> bersifat Short Term Memory.

Kanan menyimpan imajinasi, musik, warna, emosi, bentuk, kreatifitas, –> bersifat Long Term Memory.

Otak sebelah mana yang lebih dominan? Bisakah anda menyeimbangkan otak anda?

Yudz… jangan tersungging ya???

3 Lapisan Otak

  1. Batang Otak (otak reptil) berfungsi untuk

    • Motor sensorik

    • Kelangsungan hidup

    • Hadapi atau lari

  2. Otak Limbik (otak mamalia) berfungsi untuk

    • Perasaan/emosi

    • Memori

    • Bioritmik

    • Sistem kekebalan tubuh

  3. Otak Berfikir (Neocortex) berfungsi untuk

    • Berfikir intelektual

    • Penalaran

    • Perilaku waras

    • Bahasa

Otak berfikir akan berfungsi sempurna jika otak Limbik terbuka.. dan cara membukanya adalah dengan perasaan enjoy dan bahagia. Tetapi jika otak Limbik tertutup, maka yang akan berfungsi adalah otak reptil… hi…hi…. yaitu Hadapi atau Lari.

4 Gelombang Otak

  • BETA (13-28 CPS)

    • Kondisi aktif bergerak, pikiran bercabang

  • ALFA (7-13 CPS)

    • Keadaan relaksasi, tanpa stress

  • TETA (3.5-7 CPS)

    • Kondisi pikiran kreatif, genius, penyembuhan hebat, inspiratif

  • DELTA (0.5-3.5 CPS)

    • Tidur nyenyak tanpa mimpi, penyembuhan alamiah, brain cleansing, tumbuh sel-sel baru.

Gelombang-gelombang inilah yang harus kita manfaatkan dengan baik jika menginginkan otak anak kita berkembang dengan sempurna….

wuiih…. bosen gak bacanya? Materi segitu disampaikan dengan sangat menarik sekali mulai jam 8-12 siang waktu Mojokerto. Yah… yang menginginkan pelatihan khusus.. mungkin bisa konsultasi ke ahlinya langsung.. bagaimanapun juga,anak adalah amanah dari Allah, apakah kita sudah menjadi pemegang amanah yang baek?…

    Technorati Tags:

    Read Full Post »

    skin care

    Rasanya sudah lama sekali saya tidak “sowan” ke salon… Bukan apa-apa, tapi memang waktu yang tidak memungkinkan (ato mungkin tidak ada waktu?).  Mboh lah.. Dengan alasan ingin memanjakan diri,  hari ini saya sempatkan paling tidak 2 jam waktu saya untuk berada di salon.  Natasha Sidoarjo, itu tepatnya salon yang saya tuju.. dengan agak sedikit ragu-ragu (karena tidak pernah masuk salon sekelas Natasha).. saya masuk ke ruang resepsionis.. sambil antri menunggu giliran, saya baca-baca perawatan yang disediakan di salon ini..

    Sebenarnya, saya pengen creambath, facial, dan perawatan kuku.  Ternyata, loh… koq gak ada semua?  Saya mau keluar, tapi keburu dipanggil.  “Ibu mau perawatan apa?” kata mbak di meja resepsionis.  Saya balik bertanya “Lho di sini adanya perawatan apa aja?”  “Skin care buk… Kulit.. Lha ibu mau dirawat kulit muka ato yang laen? ”

    Dengan agak bingung saya melanjutkan bertanya “ya dah, facial aja, gak ada yang laen ya mbak.. creambath gitu?”  Mbaknya senyum, agaknya ngerti kalo saya baru pertama kali ke Natasha.. he.. katrok juga.. Saya baru sadar kalo Natasha itu “skin care” bukan Natasha salon.. he…he..

    Cukup canggih juga, mulai pendaftaran, saya difoto close up wajah saja untuk dianalisis oleh dokter.  Kemudian saya masuk ruangan dokter untuk mendengarkan hasil analisis foto yang sudah dikirim melalui jaringan dari bagian pendaftaran tadi.  Kemudian diputuskan dokter, saya harus melakukan perawatan pembersihan (menurut dokter, wajah saya dah kucel) dan pengencangan kulit wajah (karena dimakan usia alias tua alias kendur).  Keluar dari ruangan dokter, saya langsung ke kasir untuk melakukan pembayaran, dan alhamdulillah ternyata tersedia fasilitas diskon jika melakukan pembayaran dengan  kartu kredit citibank.  Tiiiit sensor.. gak boleh sebut merek.

    Setelah menunggu sekitar 2 menit, saya diantar naek ke lantai 2 untuk memulai facial.. satu ruangan untuk 2 orang.. dan inilah pengalaman pertama saya..

    Satu persatu krem dan pemijatan mulai mendarat di wajah dan leher serta dada saya.. tidak hanya dengan tangan saja ternyata, ada juga yang menggunakan alat-alat khusus.. saya tidak berani melihat, saya hanya merasakan saja.. ada yang terasa seperti kelereng listrik,  terus seperti amplas listrik, ada juga yang seperti penarik urat syaraf.  Yang paling tersiksa adalah pas dibersihkan komedonya.. Waduh… wassalam deh.. pengennya memanjakan diri koq malah menyiksakan diri.. Sudah saya bayangkan nantinya begitu keluar ruangan penyiksaan, akan babak belur muka saya.. minimal merah padam (loh.. istilahnya koq jadi menakutkan sekali?)  Bagaimana tidak, rasa sakit yang tidak pernah saya rasakan sampai 1,5 jam ini betul-betul luar biasa. 

    Akhirnya tepat jam 11.35 waktu Sidoarjo, saya keluar ruangan dan melihat muka saya di cermin… Kaget bukan maen… koq jadi kinclong dan tidak ada bekas penyiksaan sama sekali? He..he..  Ternyata siksa membawa nikmat.. Sudah freshkah wajah saya?  Ceile…  Siapa mau ikutan disiksa di Natasha skin care?

    Read Full Post »

    dari e-mail tetangga, untuk yg sdh nikah, mau nikah yg ke-2 maupun yg blm nikah, dan untuk didiskusikan dengan istri
    Enjoy and have a good weekend.
    +++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
    By : Linna Teguh

    Hubungan perkawinan = hubungan persahabatan. Dalam perkawinan : tidak cocok tetapi saling mencocokkan. Kita tidak bisa membuat pasangan kita menjadi seperti yang kita inginkan, melainkan perlu menciptakan suatu kebersamaan yang mandiri.

    Dalam pertengkaran, janganlah kita “sekelas”dengan pasangan kita. Kalau ia berteriak atau memaki dengan keras, sebaiknya kita tidak seperti itu.

    Pastikan bahwa kita menjadi pasangan yang terbaik bagi pasangan kita.. Berkat di dalam rumah tangga, akan meningkat, seiring dengan meningkatnya hubungan-hubungan baik di dalam rumah tangga tersebut.

    Hubungan suami – isteri, akan menjadi sangat indah bila dapat berkembang menjadi hubungan persahabatan = segala sesuatu dibuat/diputuskan atas keputusan bersama.

    Jangan pernah “menikmati” kesalahan pasangan. Saling puji, saling berterimakasih (akan menyuburkan hubungan suami-isteri)

    Jangan pernah takut membahagiakan suami, karena membahagiakan suami bukanlah suatu kesalahan. Lebih baik kita yang membahagiakan suami, daripada wanita-wanita lain di luar rumah, yg ingin sekali membahagiakan suami kita.

    Bila kita menganggap sex itu kewajiban dan isteri bersikap dingin kepada suami, bisa menyebabkan suami tertarik kepada wanita lain (yang menganggap sex itu menarik dan bersikap “panas” kepada suami). Pada jaman sekarang ini, perselingkuhan sangat umum. Karenanya, munculkan kembai hal-hal yang dapat “mengganggu/menggoda” perasaan suami (kepada isteri)

    Lelaki itu tetap “menginginkan untuk tetap diinginkan”, bukan sekedar objek dan pencari makan/nafkah. Jika kehidupan di dalam rumah tangga terasa hambar (rutin), tidak ada “romance” maka jangan salahkan kalau suami tertarik kepada orang lain.

    Sex, keinginan disayang, keinginan untuk diperlukan, sangat kental pada lelaki. Kita harus menunjukkan bahwa kita (isteri) menginginkannya.

    —————————————————————————————————————————

    Fase perkawinan, pertama adalah fase penyesuaian,. Setelah itu, terjadi keadaan stagnan, sampai lupa bahwa “dia adalah suamiku”. Kemudian timbul rasa hambar = “api” itu sudah padam.

    Pada pasangan yang sudah sudah biasa mandiri (sebelum menikah), maka masa penyesuaian itu bisa jadi terasa sangat sulit. Tingkat dan cara berkomunikasi juga saling dapat mempengaruhi masa penyesuaian itu.

    Suami adalah kepala keluarga, tetapi isteri adalah “leher”, yang bisa menentukan kemana kepala itu mengarah (tapi hal ini tidak perlu dikatakan kepada suami lho…)

    Pada masa-masa sulit di rumah tangga, suami dan isteri perlu menikmati prosesnya. Isteri perlu mendampingi secara total, setiap tahap kehidupan suami (terutama saat suami berkonsentrasi pada karir/usahanya).

    Setelah melampaui masa-masa sulit atau rutin, suami –isteri perlu keluar dari suasana tersebut.

    Kemukakan permintaan-permintaan pribadi kepada pasangan. Sampaikan apa yang paling kita inginkan kepada pasangan. Suami juga perlu melakukan hal yang sama.

    Jagalah penampilan fisik, agar suami “berdebar-debar”. Lelaki itu suka kepada isteri/wanita yang berani dalam hal mengungkapkan perasaan dan keinginannya. Ingat juga bahwa kebutuhan biologis lelaki : tidak pernah mereda. Untuk lelaki, bahkan kebutuhan sex akan lebih besar daripada sebelum menikah, karena tingkat stress yang dihadapi lebih besar dan lebih banyak.

    Jangan sampai suami merasa rugi dan salah memilih kita sebagai pasangan. Isteri harus bisa “menyesuaikan “ degan kebutuhan suami (di dalam rumah tangga maupun di pekerjaan). Jadilah isteri yang mengagumkan dan membanggakannya, jika –misalnya- diajak dalam pertemuan di lingkungan kantor pekerjaan suami.

    Kembalilah (ingatlah kembali) pada masa sebelum menikah. Lakukanlah apa yang dilakukan selama pacaran, bersama dengan suami.
    Bersikap “dingin”, dapat menimbulkan masalah, bahwa bisa terjadi perceraian karenanya. Menolak “keinginan” suami akan menyakiti hatinya.

    Untuk “menaklukkan” pasangan, gunakan kekuatan kita.

    —————————————————————————————————————————

    Tanya : Bagaimana kita bisa mendampingi suami, sementara anak-anak tidak bisa ditinggal ?

    Gunakan dan sediakan waktu khusus untuk anak-anak (misal : liburan bersama anak-anak, turuti kemana mereka ingin pergi). Gunakan dan sediakan waktu khusus juga untuk suami (dengan “menyiasati” waktu yang sempit yang tersedia). Kalau Ibu bisa memberikan apa yang bisa diberi orang lain kepada suami, maka ia tidak akan pergi dari kita. Kita perlu berterus terang dan berani mengungkapkan keinginan kita. Bisa jadi ini bertentangan dengan budaya kita, tetapi ini penting.

    Hal-hal berat, bisa didiskusikan pada saat “intim”. Cara dan suasana percakapan, bisa mempengaruhi keputusan yang diambil (oleh suami). Bayangkan, kalau dia sedang “terbuai”, pasti “ya”-nya akan lebih cepat ..:) Sebagai isteri, kita harus mencari tahu dan memahami “slah”nya.

    Lelaki itu tidak pernah dewasa; senang dilayani. Suami adalah “anak pertama” kita; hal ini yang sering dilupakan oleh wanita.

    Sebagai isteri, kita perlu melakukan dan berperan dalam hal-hal yang menunjang kegiatan utama suami. Lakukan urusan-urusan domestic rumah tangga, yang biasa ia lakukan, agar ia bisa melakukan hal lain yang lebih penting, untuk peningkatan karirnya.

    Memberikan pujian kepada suami. Lakukan apa yang diminta oleh suami, Niatkan agar suami menjadi “tergantung” kepada kita dan yakinkan kepadanya, bahwa kita tidak akan merugikan dirinya. Kita harus membuktikan bahwa kita bisa dipercaya olehnya.

    Kepercayaan itu tidak bisa diminta, tetapi harus dibuktikan. Selesaikan masalah-masalah yang harus kita selesaikan, dengan baik, sehingga pasangan kita mempercayai kita.

    Doakan suami, agar ia hanya tertarik kepada kita, anak dan keluarganya, saja. (Kalau doa untuk para suami yang diajarkan oleh pak Mario : “Tuhan, ijinkan anak perempuanku menikah dengan lelaki yang mencintainya sebagaimana aku mencintai isteriku”)

    Panggilan kita kepada pasangan kita (misalnya Ibu, Bunda, Ayah, Bapak), bisa mengganggu suasana “romantis”, karena panggilan itu bisa “menghadirkan” sosok-sosok tersebut, yang sesungguhnya. Gantilah dengan panggilan sayang, jika kita mulai masuk pada masa-masa intim.

    Posisi-posisi non feminine (misalnya sedang bersendawa, berdahak, buang angin, “menggaruk-garuk” bagaian-bagaian tubuh tertentu, jangan sampai dilihat oleh suami. Jagalah sikap sebaik-baiknya (seanggun-anggunnya), agar tidak mengganggu suami.

    Tanya : Bagaimana kita menghadapi diri dan pasangan dari “ego” masing-masing .

    Kalau kita mau atau pada saat bertengkar, pikirkan : pertengkaran ini untuk kebaikan atau perpisahan. Kalau kita mau menuju proses membaik, pikirkan : apa sih untungnya memenangkan ego kita, tetapi kita akan kehilangan orang yang kita kasihi ?

    “Ego” kita, boleh kita pertahankan jika berhadapan dengan orang lain, tetapi bukan dengan pasangan yang kita kasihi. Egoisme, memang bisa –sangat- mengganggu pernikahan.

    Nilailah diri sendiri, apakah kita sungguh-sungguh mencintainya, dan seberapa besar ego itu berguna bagi hubungan kita ? (Jika tidak berguna, ya jangan bertindak egosentris…)
    Ingat : Ego adalah “setan” yang paling jahat dalam pertengkaran dengan pasangan.

    Sebagai isteri, kita harus sangat berhati-hati –untuk tidak- menyinggung ego suami. Tanpa ego (jika kita membuang ego), kita bisa minta maaf dengan tulus kepada pasangan, bahkan walaupun sebetulnya kita tidak bersalah. Tidak peduli itu salah siapa, tapi minta maaflah terlebih dahulu kepada pasangan kita.

    Tanya : Bagaimana agar dapat tampil tetap cantik dan menarik di mata suami ?

    Tanyalah kepada suami : apa yang disukai dari saya/isterinya. Menjadi BERSIH dan SEGAR, itu perlu. Kecantikan lahiriah itu sementara saja sifatnya (sama saja dengan kegagahan dan ketampanan suami). Karenanya, untuk bisa menjadi cantik, maka : kata-kata dan cara kita membawa diri, itu sangat penting.

    Dalam kegiatan di ranjang : lakukan fore play. Suasana kamar, juga sangat mempengaruhi : seprei yang bersih, harum, ada bunga-bunga dan wangi-wangian di dalam kamar, kita tampil cantik, segar dan harum…pasti akan menyenangkan. Yakinkan bahwa kamar itu nyaman dan dan siap untuk dihuni. Buat pencahayaan yang “soft”, jangan pergunakan lampu neon ber-watt besar (!!). Pasang music yang lembut, pergunakan pakaian tidur yang sexy, berenda-renda (Bayangkan, bagaimana kalau hendak bermesra, dan kita mempergunakan kaos dengan gambar Mike Tyson yang besar di bagian dada, atau kaos bertulisan “Indomie…seleraku…”).

    Perlihatkan sisi yang “indah” dari diri kita. Gunakan hal-hal yang menggoda suami, sehingga ia senang, tergoda dan tertarik (misalnya pakaian dalam yang indah, rapih –tidak sobek-sobek-). Perlihatkan yang paling baik untuk suami. (suami juga harus begitu donk……harus rapih, bersih dan segar……)

    ? Bagaimana menyiasati kalau anak meng”interrupt “

    Lakukankah di tempat lain, selain kamar kita, misalnya di kamar mandi, di kamar anak, kamar tamu, atau di dalam mobil di garasi. Memang mungkin tidak nyaman, tetapi itu sekaligus sebagai “variasi”.

    Keletihan isteri itu, bisa dimengerti. Tetapi di depan suami, jangan diperlihatkan/jangan ditunjukkan. Suami harus dilayani dan diimbangi kebutuhannya.

    Sebetulnya (sttt…ini rahasia!!), suami itu tidak pernah dewasa (….para Bapak, jangan “tersungging” ya….:). Kita harus terus menerus menyayanginya, berperan sebagai ibunya pada saat dia sedang galau. Pada saat seperti itu, kita tidak boleh merendahkannya; sebaliknya kita harus peluk dia, beri dukungan sepenuhnya kepadanya. Biarkan dia mengeluh…let him feel comfort…..(dan aman disamping kita).

    Tanya : Keterbukaan itu adalah kunci keharmonisan. Bagaimana bila sikap suami yang “lebih aman diam”. Cara menyikapinya ? Saya juga tidak PD memakai baju sexy..?

    Kalau suami sedang tidak mau share, diamkan saja, kita tidak perlu memaksanya. Ada kalanya kita perlu membebaskannya dalam kediamannya. Pada saat seperti itu, kita jangan sampai menyinggung hal-hal yang –saat itu sedang- sensitive baginya. Itu lebih bijaksana.

    Tentang tubuh (tidak PD pakai baju sexy), jangan khawatir. Pilihlah baju yang menutupi bagian-bagian yang tidak ingin kita perlihatkan kepadanya. Kita tonjolkan apa yang bagus, dan kita tutupi apa yang kurang. Tapi, hal itu jangan terlalu dikhawatirkan. Lebih penting menumbuhkan dan meningkatkan perasaan-perasaan indah yang akan terbangun. Mudah-mudahan suami kita juga tidak sedangkal itu melihat diri kita.

    BLACK MAGIC WOMAN

    Kalau isteri ikhlas (mengasihi dan melakukan pelayanan kepada suami), pasti ia akan melihat dan menyadari serta mengakui bahwa kita sangat berperan di balik kesuksesannya, lalu ia akan menyadari dan menyatakan bahwa : “tanpa kamu, saya tidak akan seperti ini”

    (ibu-ibu…siapa yang tidak ingin suami menciumi tangan anda, sambil berkali-kali menyatakan pernyataan “tanpa kamu, saya tidak akan menjadi seperti ini” ? Black magic woman, ditulis oleh Bapak kita, dalam suasana yang romantic dan dipenuhi oleh cinta beliau kepada ibu Linna….sebagai rasa syukur yang besar, karena memiliki wanita yang –segalanya- jelita….)

    Jadilah isteri yang baik, sehingga pada saat kita melakukan kesalahan, pasangan tidak akan meledak-ledak, karena ia mengingat kebaikan kita.

    Hanya pria yang hatinya indah, yang bisa melihat bahwa isterinya cantik. Kecantikan itu bukan “mata” yang melihat, tetapi “hati”.

    Tanya : Bagaimana membantu suami yang ingin memulai bisnis

    Isteri harus siap dengan konsekuensinya : gaji bulanan tidak ada lagi, siap menurunkan standard hidup keluarga, kualitas hidup dikurangi, dlsb. Kalau isteri terus menerus “ngomel”, mengeluh (apalagi mengungkit-ungkit masa lalu ….), itu namanya kita akan menambah bebannya !!. Bahkan andaikata bisnis suami gagal, isteri tidak boelh menyalahkannya. Salah satu ketakutan suami adalah bila isteri tidak bisa meneima kegagalannya. Bila “berbisnis” ini adalah keputusan bersama, maka suami-isteri harus bertangung-jawab bersama pula…jangan ada yang kemudian saling menyalahkan.

    (Bila bisnis itu berhasil, harus dinikmati bersama pula. Suami harus menikmatinya bersama isteri dan anak-anak…..jangan dengan wanita lain….sebab, banyak terjadi “habis manis sepah dibuang”…..)

    Tanya : Adalah kondrat lelaki, bila melihat wanita lain : seperti harimau melihat daging, seperti kucing melihat ikan asin. Bila itu terjadi, bagaimana sikap isteri, harus memaafkan atau tidak ?

    Kembali ke contract of love. Ulangi kontrak itu pada saat-saat yang indah dan romantis bersama suami (ibaratkan sebagai “pembaharuan janji pernikahan ?). Kemukakan harapan dan keinginan hati kita kepada pasangan.

    Kita sendiri, sebagai isteri, juga harus punya andil, agar “itu” tidak terjadi. Kita harus “mendukung” agar yang kita takutkan tidak terjadi terhadap suami kita. Kemukakan apa yang kita inginkan kepadanya, tetapi jangan berupa perintah atau mengancam, melainkan lebih karena ketakutan kita untuk tidak kehilangan dia dan karena kita sayang kepadanya. Pilihlah kata-kata dan cara yang baik. Yang paling baik, posisikan diri sebagai yang MEMINTA, bukan memerintah. Message bisa sama, tetapi penerimaan bisa berbeda, tergantung dari cara kita meminta.

    Tanya : Ada hal-hal yang kita minta, dan tidak dipenuhi oleh suami ?

    Mintalah dengan cara yang “unik”, menggoda, mengajak atau melakukan dengan cara yang akan membuatnya tertantang. Kalau kita mintanya dengan kasih sayang, tentu akan dituruti oleh pasangan. Apalagi kalau dia sudah tergantung, pastilah apa yang kita minta akan cepat dituruti….(horreee…semoga memang begitu rumusnya….)

    Tanya : Bagaimana menghadapi kekerasan dalam rumah tangga ?

    Kalau itu terjadi, duduk bersama, bicarakan baik-baik, bicarakan konsekuensinya dengan jelas dan tegas (karena kalau KDRT itu diijinkan terjadi, maka itu akan berkelanjutan). Konsekuensi paling buruk (yaitu perpisahan), bisa menjadi alternative yang perlu diungkapkan kepada pasangan yang melakukan KDRT.

    Sebagai isteri, kita perlu menilai diri kita : apakah kita sudah menjadi yang terbaik baginya ? Kalau kita sudah berbuat yang terbaik, tetapi pasangan tidak berubah juga, mungkin lebih baik kalau kita berpikir : berapa lama lagi kita mengijinkannya berperilaku buruk terhadap kita dan merendahkan kita ?

    Tanya : Bagaimana melihat pria yang memiliki EQ tinggi ?

    Lihat bagaimana pria itu marah
    Lihat bagaimana sikap pria itu, jika berhubungan dengan uang
    Apakah ia menjadi teman yang baik, pada saat kita melakukan perjalanan jauh bersama

    Kematangan EQ seseorang, bisa tergambar dari caranya mengatasi masalah.

    Tanya : Bagaimana jika MT marah ?

    (
    Bagaimana menyikapinya ? Kita jaga jangan sampai makin marah….! Minta maaf terlebih dahulu, lihat suasana hati dan emosinya. Kalau sudah ada waktu yang baik dan tepat, baru dijelaskan duduk perkaranya. Pada saat pasangan marah, sebaiknya kita merendah, jangan menantang. Tunggu sampai kemarahannya hilang.

    Tanya : Bagaimana bisa menunggu lama untuk tidak marah (maksudnya : bagaimana agar tidak cepat marah –kepada pasangan-)

    Ingatlah masa-masa indah yang pernah dilalui bersama. Ingatlah cara-cara indah yang pernah ia lakukan kepada kita.

    Tanya : Bagaimanakah konsep kebahagiaan, menurut ibu ? dan bagaimana nilai-nilai yang diajarkan untuk anak-anak ?

    Konsep kebahagiaan : ya seperti yang sekarang ini dialami.

    Nilai-nilai yang ditanamkan kepada anak :
    Cara berkomunikasi yang baik. Antara suami-isteri, tidak pernah bicara dengan nada tinggi di depan anak.
    Mendidik anak dengan pengertian dan kata-kata yang baik.
    Didik dengan lemah lembut, biarkan pandangan mata yang “menegur” atau “mengasihinya”
    Jangan biasakan menggunakan pukulan atau kata-kata keras, karena itu akan menyakiti anak. Kita tidak boleh membiasakan menghadapi segala sesuatu dengan kekerasan.

    Tanya : Bagaimana bila suami-isteri sama-sama menjadi “Bintang”

    Itu mungkin saja, asal masing-masing tidak bersaing. Pasangan hidup bukan untuk disaingi. Kita mengarahkan suami, agar berjalan dengan benar (on the track).
    Kalau isteri lebih unggul, tidak perlu dipertegas dan diungkapkan di depan suami, karena itu bisa menimbulkan masalah.

    Tanya : bagaimana mengarahkan suami, sedangkan isteri tidak tahu pekerjaan dan “jalan” yang sedang dilalui suami ?

    Arahkan dengan baik, jangan memerintah. Belilah buku-buku tentang apa yang tengah dilakukan suami.Pelajari dan arahkan suami, berdasarkan hal-hal yang kita pelajari.

    Berilah dorongan kepadanya, dengan kata-kata yang menyenangkan dan menyejukkan hatinya. Dengan begitu, dia akan berjalan dan maju terus. Bagus bila suami bisa mempercayai kita sepenuhnya.

    (Ya Allah… Kesalahan apa yang telah aku lakukan?…. hiks..)

    Read Full Post »

    GMM-VARC first show off

    10-15 Maret 2008 adalah hari-hari dimana GMM-VARC disibukkan dengan kegiatan pameran. Pameran pertama yang digelar di Hall FTI UII ini terkesan simple tapi wonderfull and surprise mengingat baru pertama kali ini mengadakan kegiatan pameran.
    Dengan sekitar 50-an hasil karya design terkumpul yang terdiri dari digital imagine, image tracing, photography, dan vector character mulailah terpajang di beberapa papan berukuran sekitar 2×1 m. Meskipun minim dana dan publikasi, tetapi hasil yang diharapkan agaknya sudah memenuhi target. Terbukti dengan bertambahnya member VARC dalam masa pameran itu dan animo penikmat karya, rasa keingintahuan, dan komentar-komentar yang ditulis dalam kertas yang disediakan panitia, semua mengindikasikan harapan dan keinginan untuk GMM-VARC.
    Surprise and very impressed!. Thanks for Yudz and VARC.
    Contoh karya yang sudah terkumpul bisa diliat di bawah ini. Tolong beri komentar dan saran. Apapun saran anda, akan jadi evaluasi bagi GMM dan VARC.

    It’s yudz art. This art is called “image tracing”. How do you think about this art?

    This is the other one called “vector character” by Bamas.
    Do you want to buy it???

    Read Full Post »

    Modal belajar

    Ingin segera mengaplikasikan ilmu yang baru diperoleh dari pelatihan Quantum Teaching, — semester ini saya coba untuk dipraktekkan di perkuliahan yang saya ampu.. Jujur saja, pelatihan yang saya ikuti sebenarnya lebih sesuai untuk pembelajaran anak-anak SD. Pelatihan yang diberikan oleh KPI Al Falah Surabaya ini sangat luar biasa.. penuh semangat… Dua hari saya lakoni tanpa ada rasa ngantuk (yang biasa terjadi kalo pelatihan he..he.. –ngaku juga akhirnya–).
    Saya mencoba mengambil apa yang bisa diambil.. ceile.. maksudnya yang sesuai untuk dipraktekkan mengajar mahasiswa..saya tertarik pada satu materi yaitu MODAL BELAJAR. Ternyata kalo kita mengajar dengan memperhatikan modal belajar, apa yang kita sampaikan tidak sia-sia. Saya coba menganalisis sebelum teori ini saya praktekkan ke mahasiswa. Dari hasil diskusi di saresehan dosen, ternyata karakter mahasiswa dalam memahami materi di perkuliahan juga berbeda-beda (hampir sama dengan anak usia SD). Maka dengan semangat dan bermodal pelatihan Quantum Teaching, mulailah saya mengajar dengan metode baru yang saya sebut: fun,rilex, and success.
    Modal belajar menurut teori ada 3: Visual, auditorial, dan kinestetis. Visual: memahami materi dengan visual seperti catatan, gambar, tabel, diagram, grafik, peta pikiran. Auditorial: memahami materi dengan menjawab atau mendengarkan cerita. Kinestetik: memahami materi pelajaran dengan penerapan, dramatisasi, dan gerak. Yang tidak kalah pentingnya adalah aura pengajar. Semangat, keikhlasan, niat, kemauan, mood dan sebangsanya merupakan modal utama pengajar dan pendidik. Dan menjaga kondisi itu agar tetap stabil, itu yang luar biasa beratnya. Mungkin salam Quatum Teaching ini bisa dijadikan semangat kita dalam berkarya: * Saya adalah guru yang terbaik *Murid saya adalah murid yang terbaik *Tempat mengajar saya adalah tempat yang terbaik…. Setiap saya mengucapkan salam itu, menetes air mata saya.. hiks.. sudahkan saya menjadi guru yang terbaik?… Tanyakan pada rumput yang bergoyang… wo ooo ho…

    Technorati Tags:

    Read Full Post »

    korban ketiga

        Saya adalah korban kehilangan yang ketiga (Pebruari-Maret) di jurusan Informatika setelah pak Tophid dengan dompetnya, pak Ustadz (alias pak Yudi… eh kebalik ya… Pak Yudi alias pak Ustadz) dengan Dopodnya… sekarang saya dengan gelang saya. 
        Sebenarnya, kehilangan gelang sudah pernah terjadi sebelumnya di kampus UII sekitar 2 tahun yang lalu.. Tapi kehilangan gelang yang ini, agak membuat sedih saya.  Bagaimana hilangnya kedua gelang itupun hampir sama hanya tempatnya yang berbeda.  Kalo gelang pertama hilang di kampus, kalo gelang kedua ini sepertinya hilang di jalan sepanjang kos saya sampe demangan. 
        Gelang ini bukan sembarang gelang. Oops!.. bukan maksud saya menyombongkan diri, tetapi gelang ini adalah gelang yang bisa menetralkan tekanan darah alias gelang terapi. Jika dipakai di tangan kanan, untuk menurunkan tekanan darah tinggi, sedangkan jika dipakai di tangan kiri untuk penderita tekanan darah rendah. Terbuat dari emas putih dan emas kuning (pada bagian sambungan) serta magnet bulat diameter 0,5 cm di bagian yang menempel di kulit.  Bentuknya per bagian sepanjang 1,5 cm.. kalo dilihat mirip seperti jam tangan selebar 3 cm.  Bagus deh pokoknya… Gelang ini saya beli 3 bulan yang lalu dengan harga 200$ di Jakarta. Kalo dikurskan dalam rupiah, hampir 2 juta.  Gelang ini saya potong 3 bagian sambungan karena memang terlalu panjang.  Mungkin karena habis dipotong ini maka sambungan jadi longgar.  Itu sudah saya sadari beberapa hari sebelum kejadian ini, dan keleman pakunya beberapa kali saya temukan keluar dan saya kembalikan ke posisinya.  Pada saat itu saya sempat berpikir dan memperkirakan akan kehilangan gelang ini kalo saja paku sambungan keluar tanpa sepengetahuan saya.  Yah.. akhirnya… apa yang kita pikirkan ternyata doa.. dan doa itu menjadi kenyataan…. Astaghfirullah
        Cerita kehilangannya begitu tidak terasa karena lepas begitu saja dari tangan kanan saya.  Tersadar hilang pada waktu mau berangkat ke kampus pagi ini.  Biasanya, begitu saya sudah siap semua, saya ambil jam tangan Seiko dipasang di tangan kiri dan mau mengambil gelang untuk tangan kanan saya.  Ough… di mana gelangku?.. jam sudah menunjukkan 06.40 wib. Pikiran saya sudah tidak konsen untuk mencari gelang karena kepepet jadwal ngajar.  Saya langsung berangkat ke kampus dengan pikiran melayang, rollback kapan terakhir kali saya memegang gelang.  Hari Senin memang hari yang sangat melelahkan bagi saya.  Bagaimana tidak, setiap Minggu malam selalu tidak pernah menikmati tidur nyenyak karena harus tidur di mobil travel.  Wal hasil.. Seninnya selalu kecapekan, apalagi ada 2 sesi kelas yang saya ajar hari Senin.. Wow..  Rencananya, sore ini mau menelusur sepanjang jalan kenangan (aduh.. kayaq lagu aja).  Status YM pun saya coba tuliskan dengan “Kehilangan” dengan harapan, ada yang menemukannya dan mengembalikan ke saya. Semoga aja.

    Powered by ScribeFire.

    Read Full Post »

    The first time

        Pengalaman pertama.. seringkali menjadi surprise dan sesuatu yang heboh tak terlupakan.. itulah.. kali pertama saya mencoba quiz online.. heboh yang pertama tentunya konsep soal.  Bagaimana tidak, mata kuliah yang tergolong bidang matematika, harus saya berikan soalnya dalam bentuk pilihan ganda, cepat pengerjaannya, sebisa mungkin mahasiswa tidak sempat membuka buku, tidak sempat memberitahukan soal dan jawaban ke teman, dan banyak role-role laen yang harus dipertimbangkan.. waduh..repot bener ya!!
        Tapi itulah.. kalo gak dicoba.. gak bisa merasakan dan menikmati teknologi.. lha wong tinggal menikmati aja koq gak mau.. apalagi membuat???? Yah.. jadilah.. persiapan dimulai satu minggu sebelum hari H.  Tanya sana-sini untuk bisa memulai mengupload soal dalam Moodle quiz.  Percobaan dimulai dari klasiber.net yang disediakan fti.uii… setelah menghimpun informasi, ternyata lebih siip di klasiber.uii.ac.id. karena kelas yang saya ampu ada 6 dan kalo di klasiber.uii.ac.id sudah ada data mahasiswa yang mengambil mata kuliah aljabar linier.  OK deh..
        Soal sudah siap dan sudah terbenam di moodle data quiz di klasiber.uii.ac.id.  Semua kelas sudah diumumkan bahwa quiz akan dilaksanakan Jumat, 29 Pebruari 2008 mulai jam 15.15 sampai jam 23.55 wib.  Materi dan pengumuman juga sudah diupload di klasiber.net.
        Finally… hari Jumat, hari yang dinantikan, jam demi jam saya tunggu, dan jam 15.00 tepat, saya sudah siap dengan segala  kemungkinan yang sempat terbayang di pikiran..  Benar saja.. jam 15.20 saya dapat telpon pertama, “bu, login ke klasiber.uii.ac.id pake username dan password apa?” Nah loh… sms masuk.. “Ibu, quiznya hari ini jadi gak? kok klasiber.uii.ac.id gak bisa diakses”…  waduh.. apalagi nih… bingung dan ruwet pikiran saya… speedy yang baru terpasang hari Kamispun gak bisa membantu karena hari itu juga lagi eror… walah..lengkaplah sudah penderitaanku .. laporan masuk lagi.. kali ini lewat chat.. “bu, saya lupa password login ke klasiber uii.  Ibu kasih dispensasi dong, saya kuisnya menyusul”   owalah … telpon berdering lagi, kali ini melaporkan kalo warnet di jakal banyak yang tutup.  He..He beneran apa boong? yang jelas, si mahasiswa ini minta dispensasi untuk bisa kuis susulan … detik demi detik kulalui dengan complain sampai detik terakhir di 23.55 masih terdengar bunyi dering sms hp saya.. sempat terbaca walaupun dengan mata sipit karena ngantuk “maaf bu, sms tengah malam, tapi dari tadi coba quiz gak bisa”.. dan akhirnya saya tertidur…
        Esok paginya.. Sabtu saya coba sepagi mungkin online.. klik sana-sini masuk klasiber.uii.ac.id.. terbukalah halaman login.. tapi…. sayang sungguh sayang.. hanya halaman itu yang terbuka..tidak mau melanjutkan ke halaman berikutnya.. tenang.. nunggu sampai 1 jam.. gak ada perubahan.  Akhirnya, dengan penuh keberanian, saya coba kontak seseorang yang mungkin bisa membantu saya… hasilnya.. ?? tidak ada hasilnya, “ini hari libur bu, mungkin sampai senin baru bisa”  lha… lemes saya.. ya sudahlah.. pengalaman pertama menikmati teknologi..

    Powered by ScribeFire.

    Read Full Post »