Feeds:
Posts
Comments

Archive for February, 2008

Profile lab GMM

    GMM: Grafika dan Multimedia.  Laboratorium yang saya kelola saat ini, sejak bulan Oktober 2007 Insya Allah akan berunjuk gigi (seandainya punya gigi) dan berunjuk rasa (seandainya punya hati)… weleh..  Dengan bantuan manusia-manusia hebat seperti yudz, mpo lulu, evan, gilar, bamaz dan laen-laen yang tidak bisa saya sebut satu persatu di sini (karena saya lupa), GMM akan meluncurkan aktivitas pertamanya di bulan Maret ini: pameran karya…  Persiapan mereka sudah setengah dan hampir 90% mateng.. telur rebus kali ya.. moga aja berjalan lancar tentunya dengan dukungan anggota VASC yang tidak pernah saya lupakan.. mohon doa restu ya???
    Masih sekitar unjuk gigi.. planning berikutnya adalah peluncuran majalah GMM.. weh.. belum meyakinkan memang, karena harus tersandung sana-sini gara-gara content yang akan dimasukkan dalam majalah, juga yang paling ruwet masalah pencetakan..  UUD: ujung-ujungnya duit.. cetak sedikit, mahal.. cetak banyak, siapa yang mengkonsumsi???  Walah… mohon advised dunk?
    Berikutnya, Workshop.. bulan April.. waduh.. betul-betul aktivitas yang padat… Rencananya dengan mengerahkan team dari JF sebagai narasumber.. siapa yang pengen jadi peserta?? Buruan daftar!!  Itung-itung partisipasi meramaikan lab GMM..
    Jangan berhenti bacanya… Lab GMM akan melanjutkan gerilyanya dengan aktivitas tutorialnya.. sedang dipersiapkan 3 modul untuk tutorial berkaitan dengan Mulltimedia.  Bagi pemula.. akan disiapkan modul untuk pemula.  Bagi yang mau Tugas Akhir.. juga akan disiapkan modul untuk tingkat advanced…
    Nah.. kalo sudah nyampe sini… ambil cucian di rumah desi (cukup sekian dan terima kasih).. gitu ya pak yudz??

Powered by ScribeFire.

Advertisements

Read Full Post »

    Semangat!! Itulah kata-kata yang sering dilontarkan anak-anak SD asuhan saya,  SD Muhammadiyah Plus Mojokerto.  Dengan 2 Bus pukul 06.30 wib, berangkatlah 110 anak kelas 1,2, dan 3 ke kebun teh Lawang Wonosari Malang.   Outbound Kids ceritanya.. dengan tema Berpetualang Meraih Prestasi, Bertadabbur Alam Menyingkap Keagungan Ilahi. 
    Tepat pukul 09.00 wib, kami sampai di tempat tujuan… Segar, hijau, teduh, sejuk,… wah-wah… beda rasanya.. mak nyus..(kayaq pak Bondan aja).. Dingin menusuk tulang, meskipun sudah jam 9 dan matahari sudah cerah, tetap saja terasa dingin.
    Kegiatan outbound dimulai dengan upacara pembukaan oleh kepala sekolah–Ami Fauzijah–dan panitia outbound.  Kemudian dilanjutkan senam yang dipimpin oleh orang tua murid yang bekerja di AL Surabaya.  Sia.a…p  Ghraaaaak.. hi..hi… itulah kata-kata untuk menyiapkan anak-anak senam..
    Next..kegiatan berikutnya.. bermain .. bermain.. dan bermain sambil belajar dan mengingat apa yang sudah didapatkan di kelas.  Game Puzzle hadist,  game  mencari biji-bijian.. kemudian ke kebun teh melihat  pemetikan daun teh dan bagaimana proses dari daun teh sampai bisa dikonsumsi menjadi minuman, semua proses itu ada di pabrik teh..  Asyik sekali anak-anak mendengarkan penjelasan dari bapak-bapak dari PT perkebunan teh.  Baru kali ini, mereka bisa melihat langsung prosesnya. 
    Ada istilah yang lucu, ternyata pucuk daun teh yang dipetik itu ada yang disebut burung satu dan burung dua (dua daun termuda), tipo (tiga daun termuda dan yang di tengah masih kuncup)Hi..hi.. lucu..
    Setelah mengetahui semua proses, anak-anak melanjutkan perjalanan melihat-lihat perkebunan teh dengan menggunakan sepur kelinci.  Senang.. asyik.. terpancar dari wajah lugu anak-anak yang tidak sedikitpun merasa capek, padahal pemandu-pemandu mereka sudah ngos-ngosan mengikuti petualangan ini.
    Akhirnya, kegiatan diakhiri dengan water game.. nyemplung di kolam air hangat.  Slem…
    Tapi sayang.. saya tidak bisa mengikuti sampe akhir, terpaksa saya harus go out dari area untuk menuju Surabaya.  Selamat dan Sukses anak-anak!!.. Tetap semangat!!.. untuk menyiapkan diri di perjalanan pulang..

Powered by ScribeFire.

Read Full Post »

Visioning

    Visioning.. Menyamakan visi. Itulah tema diskusi hari ini.  Diskusi untuk mencerdaskan anak bangsa, ceile… sangat idealis.  Tapi saya sangat enjoy dengan diskusi ini.  Dengan mendatangkan pakar dari Mataram, Pak Catur Kukuh Suryanto (sarjana arsitek dan ketua LSM bidang pendidikan) yang sudah 10 tahun menggeluti pendidikan alternatif di Mataram, beliau memaparkan ceritanya sebagai berikut…
    Di Lombok Utara dari mataram 30 km, beliau membuat pendidikan alternatif (karena tidak mau disebut sekolah alam) di pesisir pantai dengan laboratorium perikanan (yang mirip balai latihan)untuk SMA. Sukses dengan lab perikanan, beliau lanjut dengan pendidikan hutan.  Kali ini dengan menggandeng Investor dari  Philipina, Pendidikan di hutan, embrio untuk universitas.  Pembelajaran di alam, hidup dan bersekolah dari hutan dan dalam waktu 2 tahun sudah jadi sarjana kehutanan.  
    Hayo… siapa yang mau? jadi pecinta hutan Indonesia?
Diskusi berlanjut dengan tema Pendidikan di Indonesia.  Kali ini, saya pegang peranan.. walah..(karena saya ada maunya).  Berniat melanjutkan cita-cita luhur.. kali ini saya ingin mendirikan sekolah yang benar-benar sekolah yang memiliki prinsip-prinsip dan nilai yang dianut: value dan prinsip.  Dengan didukung oleh investor (insya Allah) dari bu Rini (isteri Direktur PT Semen Gresik), kami akan membentuk Tim solid untuk mendirikan sekolah model ini di beberapa daerah.  Platform yang sama, tinggal varians dengan sentuhan daerah masing-masing.  Row model dipantau bersama, diintervensi, digodok dan direplikasi.. Bentuk pendanaan operasional adalah cross subsidi.. orang tua, stakeholder.. ditambah lagi zakat produktif.   Pendidikan itu mahal, tetapi bagaimana yang miskin tetap bisa menikmati pendidikan mahal itu.
    Back to the point.. masih masalah visioning dengan berpegang prinsip bahwa pendidikan itu bertujuan membentuk manusia Dewasa dan mandiri.  Dewasa dalam arti belajar untuk menjadi decision maker menggunakan nalar, logika, dan hati.  Mandiri dalam arti independent dan interdepensi.. saling ada ketergantungan.  Ditambahkan lagi bahwa pendidikan itu harus memahami konsep team work: kesepakatan, membagi peran, dan kemudian akan terbentuk tanggung jawab.  Wah.. wah.. banyak sekali ulasan yang saya bisa adopsi untuk pendidikan.. ternyata pendidikan tidak sekedar tatap muka dan mengajar.  Harus inovatif dan produktif..
    Konsep baru yang akan diterapkan untuk model ini adalah: 4 pelajaran  cukup.. Bahasa Indonesia, Inggris, Matematika, IPA.. Muatan lokal, nasional, global.. semua harus terintegrasi.  Luar biasa.. saya belum bisa bayangkan seperti apa kurikulum yang tersusun nantinya… Kita tunggu aja episode berikutnya di saluran dan channel yang sama..  Ternyata diskusi berlanjut di laen waktu dan chanel laen.. 

Powered by ScribeFire.

Read Full Post »

Viewer.. oh viewer

    Ada yang berbeda di semester genap ini dibandingkan yang lalu..
Dengan semangat 2008 (weeh..) saya sengaja datang pagi-pagi (jam 7.15 meskipun ngajarnya jam 9.30) ke kampus karena hari ini adalah hari pertama saya mengajar di semester genap dengan mahasiswa 2007 yang belum pernah saya ajar sebelumnya.  Sesampai di kampus.. antara bingung dan linglung.. begitu buka lemari.. ha!!.. vierwer menghilang… tapi belum sempat mikir di mana mencari, ternyata di luar ruangan saya, sudah rame2 membicarakan masalah viewer yang dipasang di ruang kelas.  Alhamdulillah… segera saya ikut nimbrung dalam pembicaraan mereka dan mencoba memikirkan seperti apa nanti ngajarnya dengan viewer yang sudah disiapkan di kelas.. saya menanyakan informasi dengan detil tentang mekanisme penggunaan dan perlengkapan yang harus dibawa. Owh.. ternyata kabel penghubung dan remotenya harus diambil dulu di bagian perkuliahan… Waduh.. cepek deh.. harus bolak-balik mengambil remote, kalo kabel cih sama aja.  Sekarang stressnya ganti, mikir gimana caranya dalam satu hari kalo ngajarnya 3 kali dalam 3 ruangan kelas yang berbeda tanpa bolak-balik tuker remote ke bag perkuliahan?… Bu DR Dewi (doktor kita yang baru) juga ikutan stress…  Meringankan beban di satu pihak, tetapi menambah capek karena harus riwa-riwi ke bagian perkuliahan… Ya mungkin remote nya bisa diduplikat? gitu ya pak Fathul.. he.. he…
    Hari kedua ngajar.. sudah dengan PD nya datang pagi2.. tidak kalah dengan hari pertama.. ritual sudah dihafalkan; ambil kunci, remote, tanpa kabel karena sudah ada di kelas (kata petugas), spidol, absen.  Lantai 4, agak ragu2 melangkah naik tangga memikirkan jika ada sesuatu, pastinya akan kesulitan jika harus turun ke lantai 1.  Begitu sudah terpasang semua, remote dipencet 1 kali… 2 kali.. ah.. gak bisa.  Sabar… ganti posisi.  Pencet lagi, lagi, dan lagi… walah.. terpaksa kelas dimulai tanpa adanya slide di depan mata mahasiswa.  Sambil memulai kelas, tangan tidak berhenti memencet tombol remote.  Jam menunjukkan 7.45, berarti sudah 45 menit berlalu dan viewer tidak bergeming sedikitpun.  I give up… menyerah.. harus ada yang memanggil petugas ke lantai 1.  Maka, dengan alasan menghukum mahasiswa yang terlambat hadir di kelas untuk turun ke lantai 1 sekaligus mendatangkan petugas untuk menghidupkan viewer, alhamdulillah.. beres untuk hari ini..
    Hari ketiga.. sudah dengan lebih tenang ke kampus… Seperti hari2 sebelumnya, datang pagi dengan ritual ke bagian perkuliahan.. ternyata… listrik mati…Allahu Akbar… Semua item yang harus dibawa ke kelas, tetap saya bawa, dengan harapan.. di tengah2 perjalanan mengajar nanti, saya bisa menikmati listrik.. hari Rabu adalah jadwal padat saya.. karena ada 3 sesi kelas saya ajar dari jam 7 sampai jam 3 sore.  Jam demi jam saya lalui, sesi demi sesi juga sudah terlewati.. tidak disangka-sangka sampai sesi ke 3 kelas saya.. listrik ternyata tidak mau tau padatnya jadwal saya.  Berat sekali.. hari ini harus dilewati dengan keringat bercucuran..
Mudah-mudahan, ini semua merupakan awal yang baik.. meskipun diawali dengan kerja berat dan stress…

   

Powered by ScribeFire.

Read Full Post »

Saya mempunyai dua orang anak, yang pertama perempuan kelas 5 SD (namanya Adien) dan yang kedua laki-laki kelas 2 SD (namanya Mico).  Keduanya sejak bayi dalam pengasuhan saya dan seorang baby sitter yang selalu berganti-ganti, dan insya Allah tidak pernah saya titipkan ke neneknya paling tidak sampai pertengahan 2007 yang lalu.  Segala perkembangan dan pertumbuhan anak, selalu dalam pantauan saya.

Adien–sejak umur 1 tahun sudah pinter bicara (bahkan umur 1,5 tahun sudah mampu menghapal A-Z) tetapi secara motorik kurang, tetapi Mico secara motorik bagus (9 bulan sudah bisa jalan) tetapi baru banyak omong sekitar umur 3 tahunan…

Sekarang, karena keduanya sudah SD dan secara phsycology, mereka sudah mampu berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya, banyak hal yang berubah..

Dulu keduanya rukun-rukun aja, sekarang saya jadi bingung….

  1. Membelikan apapun.. seperti anak kembar.. harus 2
  2. Pergi ke mana-mana.. harus ikut semua
  3. Prestasi harus sama..

kalo keinginan keduanya sama dan berwujud benda ato barang, mungkin tidak jadi masalah bagi saya.. tetapi kalo berbeda dan saya tidak bisa memenuhi salah satunya.. wah.. benar-benar heboh.. apalagi berkaitan dengan pendapat ato pendirian yang benar-benar saling ingin mempertahankan… Dilema bagi saya.. saya diam salah.. membela salah satu anak saya juga salah.. Apa yang harus saya lakukan??  Keduanya secara otomatis minta pendapat saya dan minta pembelaan… Apa yang terjadi??

Kembali lagi, karakteristik keduanya sangat2 berbeda (padahal lahir dari satu rahim yang sama)…
Si kecil Mico jika tidak dibela akan ngambek luar biasa…  Si kakak Adien, pendapatnya selalu benar secara logika dan bermental baja untuk tetap mempertahankan pendapatnya..

Dan saya sebagai ibu, paling tidak tahan kalo melihat si kecil nangis… wal hasil… saya selalu membela si kecil… dan si kakak Adien tidak terima dengan perlakuan saya ini.. Saya selalu ngomong.. kakak harus ngalah sama adek…

Setiap pertengkaran terjadi (sehari bisa 2-5 kali bertengkar).. saya selalu dihantui rasa bersalah.. apa yang terjadi sama anak2 saya?  Apakah ini akan terjadi sampai mereka dewasa?

Saya mencoba survey di beberapa teman saya yang bervariasi jumlah anaknya dan jenis kelaminnya… hasilnya : 100% survey saya menjawab semuanya selalu bertengkar.. Dari yang anaknya 2 laki-laki dan/atau perempuan sampai yang anaknya 4.. bahkan yang anaknya 1 pun bertengkarnya sama ayah ato ibunya…  cuma saya belum survey sama yang anaknya 7 (he… he..)

Ini mungkin bisa jadi renungan saya, wajar ato tidak.. kalo dilihat dari survey saya.. saya tidak begitu khawatir.. tetapi kalo saya diingatkan sama neneknya (yang sekarang sering saya titipin anak2).. hati saya jadi kecut dan tidak punya kebanggaan sebagai ibu lagi…  Saya hanya mampu mendoakan anak2 saya agar jadi anak soleh yang bermanfaat bagi umat…

Powered by ScribeFire.

Read Full Post »

surga dan neraka

Sudah lama saya renungkan tentang surga dan neraka ini..  Lebih tergerak lagi hati saya ketika murid saya (SD kelas 2) bertanya pada saya…

“Bu Ami, Surga dan Neraka itu ada di mana sih?”
antara bingung dan linglung saya belum bisa menjawab… Selama ini saya juga belum tau di mana tempatnya… Surga dan neraka yang saya tau hanya nama-nama yang ada di dalam Al Qur’an. Tetapi tempatnya… tidak pernah terlintas dalam pikiran saya.  Akhirnya, pada kesempatan bertemu dengan seorang kyai di Jawa Timur, saya sempatkan untuk bertanya.  Jawabannya adalah

  1. Surga ada di atas langit lapis ke tujuh
  2. Neraka ada di dalam bumi lapis ke tujuh

Saya tidak mampu berkata-kata lagi, apakah itu benar?
Dari sisi metafisika (buku yang pernah saya baca) yang namanya di dalam bumi  apalagi lapis tujuh, tempatnya magma dan lava gunung berapi, tentulah panas sekali.  Jika dikatakan neraka ada di sana, secara logika itu benar.  Tetapi kalo surga ada di atas langit lapis ke tujuh…  Di mana ya?..
Pada kesempatan laen, saya ketemu dengan orang yang saya anggap paham dengan Qur’an, saya lontarkan kembali pertanyaan yang sama.  Dan jawabnya apa?
“Surga dan neraka itu ada di dunia.. orang yang bisa menikmati dunia, itulah orang yang ada di surga, orang yang merasa tersiksa di dunia, itulah orang yang berada di neraka.”  Intinya, surga dan neraka itu, manusia sendiri yang menciptakan..
Jika saya ingat hukum kekekalan energi yang mengatakan bahwa energi itu tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan, energi hanya dapat berubah dari satu bentuk ke bentuk laennya.. kayaknya ini maksudnya.. manusia mati tidak akan ke mana-mana.. akan muncul manusia-manusia laen (sebagai hasil reinkarnasi) perwujudan dia akan lebih menikmati surga dunia atau malah dihukum lagi di dunia sebagai perwujudan dia ada di neraka…

Read Full Post »