Seuntai pesan dari seorang sohib
“Wanita cantik melukis kekuatan lewat masalahnya… Tersenyum saat tertekan, tertawa di saat hati sedang menangis, memberkati di saat terhina, mempesona karena memaafkan…
Wanita cantik, mengasihi tanpa pamrih dan bertambah kuat dalam doa dan pengharapan…” Pesan ini khusus untuk wanita cantik kepunyaan Allah. “Happy mother’s day.. selamat hari Ibu” Posting 22 Desember 2008
“Jangan kita beramal untuk cari selamat, tapi lakukan sesuatu agar amal kita selamat” posting 22 April 2008
“Ya Allah, jadikan hidup kami sebagai masa tuk menambah setiap kebaikan, dan jadikanlah mati sebagai waktu istirahat dari semua keburukan”. posting 18 April 2008
“You’re my honey bunch sugar plum, pumpium piumpkin. You’re my sweety pie. You’re my cuppy cake, gumflops, spikum, spikum. You’re may will love my eye and I love you so and I want you know. You’ll always be right here and I love to sing especially for you b’cause you are so cute. posting 16 Maret 2008
“Pakaian memuliakanmu sebelum kau duduk, ilmu memuliakanmu setelah duduk” posting 14 Maret 2008
“Allah, malam ini kubersujud padaMu, kuadukan apa yang hanya pantas kuungkap padaMu. Betapa lemah diriku, betapa kuat diriMu” posting 11 Maret 2008
“A woman has strengths that amaze men. She can handle trouble and carry heavy burdens. She holds happiness, love, and opinions. She smiles when she feels like screaming. She sings when she feels like crying, cries when she’s happy and laughs when she’s afraid. Her love is unconditional! There’s only one thing wrong with her, she sometimes forgets what she worth…” posting 6 Januari 2008
“Segala puji bagi Allah yang telah memberi kesempatan bagi kita satu hari lagi. Tinggal tanyakan pada diri: Akan semakin baikkah kita dengan diberinya hari ini, atau sebaliknya..” posting 8 Maret 2008
“Ada beberapa orang yang baru merintih berdoa dan mendekat padaNya ketika diberi ujian oleh Allah. Mungkin itu kita” posting 3 Maret 2008
“Ada orang tersenyum di pagi hari, lalu bersedih di sorenya. Ada orang bersedih di pagi hari, lalu tersenyum sorenya. Ada yang senyum pagi dan sore. Dunia ini yang pagi, akhirat yang sore. Mau tersenyum kapan?” posting 6 Maret 2008
Powered by ScribeFire.



Ketika Matahari mulai bersembunyi dalam kelambu
dan rembulan pun mulai riang
Bintang, Awan, dan teman-temannya mulai tertawa
Aku berfikir dalam termangu
dan mulai melayang ke dunia imajinasiku
Ku tahu..
Disana Enggkau Melihatku
di dalam batinku, aku menyebut-Mu
Merindukan-mu untuk berjumpa kembali dengan-Mu
Ilahi..
biarkan Air mengusik sunyinya malam
dan angin pun bergoyang ria
tak satu pun yang dapat bertahan menyombongkan diri
Satu pintaku Robbi…
Ampuni aku sebelum ajal menjemputku kembali
ke pangkuan-Mu Ilahi
Tabir mimpiku, ku buka kembali
Ku tahu akulah yang hina
di malam yang kelam gulita
ku tulis syair ini dan kubacakan syair-Mu
dengan irama berderu-deru
Robbi satu pintaku…
Maafkan aku
puisi yang indah… thanks
ketika hidup tak lagi indah, ikhlas adalah jawabnya
disaat kebahagian hanya tinggal kenangan, keihklasan akan mengembalikannya dan ketika iman kehilangan maknanya, ikhlas beribadah adalah solusinya, karena hanya dengan keikhlasan kita akan menemukan kembali keindahan dan kebahagiaan hidup serta makna hakiki dari sebuah keimanan
yakinlah tak ada harta yang berkurang karena berkorban, tak ada ilmu yang habis karena diajarkan, serta tak ada hati yang terbelah karena berbagi, tak ada cinta yang hakiki kecuali cinta kepada illahi Rabbi…
thanks atas partisipasinya untuk mengisi lembar diamond ini…
disaat kau merasa letih dan lelah sesungguhnya Allah memberikan harapan baru padamu
disaat kau tidak tahu lagi apa yang harus kau lakukan sesungguhnya Allah tahu yang kau inginkan
disaat kau kehilangan apa yang kau cintai sesungguhnya Allah mencintaimu
Kepastian melangkah hadapi silih berganti suasana hati,,
dengan semangat menghiasi relung-relung sanubari,,
sembari tundukkan diri mengharap ridho Ilahi,,
ciptakan asa untuk kuat berdiri menyingkap tabir cahaya Ilahi,,
dapatkan cerminan cinta hakiki pada kedua buah hati,,
dengan senyuman merekah menghiasi diri seorang amy fauzijah dalam arungi hari dengan kerendahan diri,,
(za_only)
ku tuliskan persembahan puisi dari sanubari,,
tuk seorang guru yang tegar berdiri dengan segala kekuatan diri tanpa mengenal lelahnya hati,,
kuharap kau slalu songsong mentari pagimu dengan selalu tersenyum ikhlas berdiri tegak menghadapi rahasia Ilahi hanya untuk kedua buah hati seorang diri,,
yakinlah hanya dengan cahaya Ilahi yang dapat menjadi petunjuk segala kegundahan hati,,
tuk tersenyum kembali dengan hati yang suci bersimpuh pada Ilahi,,
(za_only ‘tuk guru yang tegar berdiri amy fauzijah)
may it will be a motivation for you,,
now,,i have finished my promise to make you some poetry,,
may you glad mom,,
MAKE PEOPLE AROUND YOU SMILE AND HAPPY ALWAYS^^,,
(za_only,,18th of march 2008)
thanks… I can’t say anything..
dengan hujan Allah menghidupkan bumi setelah matinya(hijau, segar, ceria)
biarkan saja jika langit terus meneteskan airnya,ia hanya takut akan rabb-Nya
bagaimana dengan hati kita???
Assalamu’alaikum bu……..
membaca blog bu ami saya jadi diingatkan bahwa ‘Dosen juga manusia’. Setiap manusia bagaimanapun bentuk dan apapun profesinya selalu punya sense of art dalam dirinya.
Dulu sebagai mahasiswa ibu, saya selalu mendefinisikan dosen sebagai seorang yang kaku dan konvensional. Nyatanya dengan membaca blog ibu saya jadi tau kalo ibu itu ternyata juga punya sense of humor. Sama juga seperti ibu-ibu laen yang pusing kalo anak2nya pada susah diatur.
Jadi tau kalo dosen-dosen saya di TI UII ternyata tidak sekaku kelihatannya. Jadi punya tambahan ilmu tentang hidup niy. Makasih ya bu
My–True–Hero
Pernahkah kita menatap orang terdekat ketika mereka sedang tidur……???.
Kalau belum, cobalah sekali saja menatap mereka ketika sedang tidur.
Saat itu yang tampak adalah ekspresi paling wajar dan paling jujur dari seseorang.
Seorang artis yang ketika di panggung begitu cantik dan gemerlap pun bisa jadi akan tampak polos dan jauh berbeda jika ia sedang tidur.
Orang paling kejam di dunia pun jika ia sudah tidur tak akan tampak wajah bengisnya.
Perhatikanlah ayah kita saat beliau sedang tidur. Sadarilah, betapa badan yang dulu kekar dan gagah itu kini semakin tua dan ringkih, betapa rambut-rambut putih mulai menghiasi kepalanya,betapa kerut merut mulai terpahat di wajahnya. Beliaulah yang tiap hari bekerja keras untuk kesejahteraan kita, anak-anaknya. beliaulah, rela melakukan apa saja asal perut kita kenyang dan pendidikan kita lancar.
Sekarang, palingkan wajah……Lihatlah ibu kita. Hmm…kulitnya mulai keriput dan tangan yang dulu halus membelai-belai tubuh bayi kita itu, kini kasar karena tempaan hidup yang keras. Beliau-lah yang tiap hari mengurus kebutuhan kita. Beliau juga yang paling rajin mengingatkan dan mengomeli kita semata- mata karena rasa kasih dan sayang,dan sayangnya itu sering kita salah artikan.
Cobalah menatap wajah orang-orang tercinta itu…Ayah, Ibu, Suami, Istri, Kakak, Adik, Anak, Sahabat, Semuanya…
Rasakanlah sensasi yang timbul sesudahnya.
Rasakanlah energi cinta yang mengalir perlahan, namun pasti…..disaat menatap wajah lugu yang terlelap itu.
Rasakanlah getaran cinta yang seketika akan mengalir deras ketika mengingat betapa banyaknya pengorbanan yang telah dilakukan orang-orang itu untuk kebahagiaan kita.
Pengorbanan yang terkadang ditutupi oleh kesalahpahaman kecil yang entah kenapa selau saja nampak besar.
Secara ajaib, Allah mengatur agar pengorbanan itu bisa tampak lagi melalui wajah-wajah jujur mereka saat sedang tidur.
Pengorbanan yang kadang melelahkan namun enggan mereka ungkapkan…Dan ekspresi wajah ketika tidur-pun mengungkap segalanya.
Tanpa kata, tanpa suara…………seolah mereka berkata… “betapa lelahnya aku hari ini”. Dan penyebab lelah itu? Untuk siapa dia berlelah-lelah? Tak lain adalah kita.
Suami yang bekerja keras mencari nafkah, istri yang bekerja keras mengurus dan mendidik anak, juga rumah. Kakak, adik, anak, dan sahabat yang telah melewatkan hari-hari suka dan duka bersama kita.
Resapilah kenangan-kenangan manis dan pahit yang pernah terjadi dengan menatap wajah-wajah mereka. Rasakanlah betapa kebahagiaan dan keharuan akan membuncah seketika jika mengingat itu semua.
Selanjutnya, bayangkanlah apa yang akan terjadi jika esok hari mereka “orang-orang terkasih itu”………. tidak lagi membuka mata untuk selamanya …
Kemudian, ada satu pertanyaan yang patut direnungkan bersama..”apakah kita sudah membalas semua pengorbanan mereka, walaupun hanya sekedar membuat mereka tersenyum bahagia?”….
Murah senyum dan tersenyum adalah perintah Allah SWT…
Tersenyum adalah gambaran dari hati seseorang, tersenyum adalah lukisan jiwa yang lapang, lembut, dan penuh kasih sayang. Tersenyum adalah suatu amal yang ringan untuk dilakukan, namun berat pada timbangan dihari akhir kelak. Sabda dari junjungan kita, Nabi SAW : “tabatstsumukaa fii wajhi akhi kaa, lakasshodakoh”,Senyummu dihadapan saudaramu adalah shadaqah, karena dengan keikhlasan tersenyum tersebut akan terlihat wajah yang cerah. Oleh karenanya, senyum yang tidak terlihat di wajah saudara kita akan memiliki nilai yang tidak akan meninggalkan kesan.
Senyum adalah lukisan hati yang memancar dari wajah seperti embun pagi yang bercahaya seolah memanggil dan berbicara sehingga hati yang mendengar akan terpesona. Selama senyum itu lahir dari hati yang ikhlas dan tulus, ia ibarat bunga yang sedang merekah – mekar, yang indah dilihat dan menebar aroma harum mewangi. Senyum kita adalah bukti betapa kasih – sayang kita kepada mereka, sehingga berharap mereka memperoleh kebahagiaan dan keselamatan (dengan hidayah-Nya).
Hati yang tulus ikhlas dan senyum yang menyenangkan akan menyejukkan jiwa. Wajah yang ceria bahkan mungkin dapat menghilangkan keletihan fisik orang yang memandangnya.
Betapa banyak orang yang senantiasa mengharapkan untuk memperoleh senyum yang tulus dan persahabatan yang hangat dari seorang teman dan ternyata masih banyak yang belum mendapatkannya……Oleh karena itu :
Tersenyumlah kawan, karena tersenyum itu sungguh indah……