Inilah dunia, ada suka ada duka, minimal ini yang bisa saya simpulkan karena peristiwa yang datang bertubi-tubi di hari-hari menjelang dan memasuki bulan Ramadhan 1429 H ini. Diawali dengan berita mengecewakan awal Agustus yang lalu, bahwa saya belum beruntung terpilih menjadi peserta workshop di Jerman… selang beberapa waktu kemudian, saya mendapat kabar gembira akan diajak bersama dengan 3 rekan dosen informatika untuk ikutan munas Aptikom di Batam, Singapura, dan Malaysia…. wadow.. gak terbayangkan senang bukan maen bisa melangkah ke luar negeri untuk pertama kalinya…
Dua minggu menjelang keberangkatan, saya dan anak2 saya terkena cacar air… hampir aja buyar segala impian saya…tapi alhamdulillah … meskipun wajah berbekas cacar karena masih dalam masa penyembuhan, akhirnya saya bisa berangkat juga…
Perjalanan Jogja-Batam yang sempat terhenti di Jakarta beberapa lama, tidak mengendorkan semangat untuk melihat dunia laen.. ce ile… Akhirnya sampe juga di Batam..
Kota pertama yang saya injak ini terkesan sedikit senyap, tidak sehiruk-pikuk Jogja.. terlihat jelas perbedaan laennya adalah warna tanah merah di Batam. Udara kota Batam yang sedikit lebih panas dan gerah walaupun waktu malam ato subuh membuat saya tidak betah berlama-lama di luar ruangan yang tidak ber-AC.
Dua hari kemudian, saya berkunjung ke Singapura… Dengan menggunakan kapal Ferry, perjalanan satu jam dari Batam bisa saya lalui dengan selamat… Kesan yang bisa saya gambarkan adalah bersih, sejuk, nyaman, aman… yang kalo di Indonesia hanya sebagai slogan aja untuk kota… benar2 tidak ada sampah, tidak terlihat tanah (karena seluruh tanah tertutup rumput) ato debu beterbangan.. mobil2 tidak berasap dan kinclong semua (gak laku kale kalo buka bisnis cuci mobil apalagi tambal ban
) tidak juga terlihat adanya kemacetan di jalan… tidak pula terlihat rumah kumuh ato rumah-rumah beratap genting semacam perumahan.. fuihh.. pokoknya hanya gedung2 tinggi dan pepohonan yang terliat… yang sangat mengherankan lagi, saya tidak meliat ada pos polisi (beserta isinya… baca:petugasnya) di pinggir2 jalan … bahkan penjualan tiket kereta aja dilayani dengan mesin… huh… luar biasa…
Pergerakan manusia2nya pun berbeda.. serba cepat seperti mengejar sesuatu… (time is money) …
Setelah puas (dipaksakan untuk puas), saya beserta rombongan Aptikom melanjutkan perjalanan ke Johor, Malaysia dengan menggunakan bis…
Tidak banyak yang bisa saya komentari di negara ini karena yang terliat mencolok perbedaannya dengan di Indonesia adalah ala berpakaian manusia2 di negara ini… Indah, Islami dan hampir seragam satu sama laen…
Perjalanan saya berakhir kembali di Batam.. mampir untuk meraup oleh2 dari sana.. selanjutnya … back to joge…
Malam 1 Ramadhan saya sudah kembali berkumpul dengan anak2 saya dalam kondisi yang tidak begitu menyenangkan… Si kecil panas demam dan tidak turun2 sampe keesokan harinya harus mengalami kejang dua kali… terpaksa saya harus luncur ke rumah sakit dan menunggui anak saya di sana sampe tiga hari… Puasa hari pertama saya jalani bersama anak saya di rumah sakit… yach… ternyata kegembiraan yang saya rasakan tidak bisa saya bagi dengan anak saya… tapi dalam hati kecil.. saya sudah berjanji akan membawa anak2 saya ikut menikmati apa yang sudah saya rasakan ini… Terima kasih Allah… di balik sedih dan gembira ini, ada hikmah yang bisa saya rasakan, selain rasa syukur nikmat atas anugrah yang Engkau berikan…
This is the real world
September 7, 2008 by ami fauzijah



Assalamu’alaikum ibu..
lama tidak kelihatan di kampus bu, ketika tanya mbak azib katanya anak ibu sakit, sekarang gmn kabarnya bu?
moga di beri kesehatan selalu
wah enak nih bu ke singapura, disana kamera murah loh bu.. hehehe