Dua pekan ini (tiap sabtu), saya disibukkan dengan recruitment guru di SD Muhammadiyah Plus Mojokerto… Cukup rumit ternyata mengelola lembaga pendidikan…Benar apa yang dikatakan pak Eko Indrajit dari Aptikom yang mengatakan bahwa lembaga yang paling kompleks adalah Perguruan Tinggi (nomor dua setelah Rumah Sakit)… Sehingga, kalo seseorang sukses memimpin di suatu lembaga Perguruan Tinggi, maka dia tentu akan sukses jika memimpin suatu perusahaan.
lah… apa hubungannya dengan recruitment guru? Gak nyambung yach??? Kayaqnya hampir semua lembaga pendidikan punya sistem yang sama deh… Kali ini saya bener-bener bingung… dari tahap pertama seleksi yaitu tes tulis, dilanjutkan tes team work, kemudian tes komputer, tes wawancara (tahap I), dan terakhir tes microteaching (tahap II)… belum ada satupun yang memenuhi harapan saya (dan tim penyeleksi tentunya
)… Yang membuat saya heran dan sedih.. dari sekian pelamar (49 orang)… kemudian terseleksi ke tes tahap I sebanyak 21 orang dan ke tahap II sebanyak 7 orang… yang semuanya adalah lulusan S1 dari perguruan tinggi yang namanya sudah tidak diragukan lagi, ternyata tidak bisa dijadikan patokan sebagai jaminan kualitas seorang guru SD… dengan kata laen, value yang saya harapkan dari pelamar lulusan S1, belum memenuhi harapan saya… apa yang bisa saya lakukan sekarang??… Ya… rasa-rasanya ini juga adalah tanggung jawab saya sebagai dosen untuk mencetak value sesuai harapan pasar… (eh..iya tohhhh baru nyadar juga neh sekarang
) ya.. itulah kalo seorang AMI bertindak sebagai produsen sekaligus user dari lulusan S1…
Produsen dan User
May 31, 2008 by ami fauzijah



pertama komen ah…
mbaca carita ini,
sayah cuma berdoah semoga sayah termasuk produk jadi yang sesuai keinginan pasar (bukan pasar ikan loh) hehe..
amin….amin.. eh salah…. A-plus dink…
itu mungkin dikarenakan pas ada pelatihan softskill di kampus mahasiswa tersebut tidak mengikuti sampai akhir bu..(termasuk saya,hihihi)
Jadi inget sosok bu muslimah yang ada di novel laskar pelagi
(Sudah baca belum bu? Bagus lo bu). Semestinya guru SD di negeri kita tu punya mental pendidik seperti Bu Mus. Sabar……..Motivator ……ehhhmmmm pa lagi ya (duh baca aja bu’, pasti ibu tahu yang saya maksudkan)
Jadi inget sosok bu muslimah yang ada di novel laskar pelagi
(Sudah baca belum bu? Bagus lo bu). Semestinya guru SD di negeri kita tu punya mental pendidik seperti Bu Mus. Sabar……..Motivator ……ehhhmmmm pa lagi ya (duh baca aja bu’, pasti ibu tahu yang saya maksudkan). Padahal Bu Muslimah cuma lulusan SPG lo bu (Setara SMP). Tapi pengabdiannya pada dunia pendidikan luar biasa.
Yah, mungkin ekspektasi kita ngeliat jebolan jogja. Tapi apa pengaruh ya jebolan kuliah dari mana mempengaruhi profesionalisme. Ini kalo dijadikan penelitian ya lumayan kompleks. saya ketemu calon guru yang ada tidak begitu maksimal juga. tetapi saya berusaha menyadari mereka butuh kesempatan untuk menjadi lebih baik. Setuju? See you on this Saturday.