Meskipun telat memposting tulisan ini, tapi gak pa-palah.. lah wong sudah tersimpan di Note. Sayang kalo gak dipublish.
8-9 April 2008 adalah agenda Fakultas Teknologi Industri UII untuk melaksanakan rapat koordinasi kerja. Bertempat di ruang auditorium FTI-UII, rakor ini dimulai dengan sambutan-sambutan;dari Pak Dekan (Fathul Wachid, ST, M.Sc), Pak Ketua Badan Wakaf (Drs. H. Syafaruddin Alwi, MS), Pak Rektor (Prof. Dr. Edy Suandi Hamid, M.Ec). Acara berikutnya adalah diskusi terbatas dengan menghadirkan Staf Ahli Menteri Pendidikan Nasional, Guru Besar Universitas Brawijaya: Prof. Dr. Soekartawi.
Beberapa hal yang menarik di rakor, saya coba catat di blog ini.. barangkali aja berguna buat pembaca semua.. Catatan menarik yang saya ambil dari Pak Soekartawi adalah:
Untuk menjadi dosen (kerjane sak dos duite sak sen) ternyata harus diniatkan dari hati “do your best, think positif“.. sehingga akan menjadi dosen yang profesional.. lah.. dosen yang profesional itu kayaq apa? Dosen yang mempunyai dua hal yaitu hard skills dan soft skills. Waduh.. makanan apalagi tuh.. dikatakan lagi sama pak soekartawi ibarat pemain sepak bola hard skills meliputi berlari, menendang, bertahan sedangkan soft skills meliputi kerjasama tim, gigih, inisiatif, berani mengambil keputusan…. Nah.. kalo dosennya dah kayaq gitu… Insya Allah.. mahasiswanya juga akan bisa learning by example dan akan tercipta masyarakat yang knowledge base society=menghandalkan ilmu pengetahuan. Weleh-weleh.. begitu indahnya tujuan pendidikan yach…
Lebih jauh pak Soekartawi menjelaskan bahwa semua pengetahuan dilandasi tiga pengetahuan utama: matematika sebagai foundation of logical thinking, bahasa yang mencerminkan values, ditambah olah raga untuk jiwa sportifity. Nah.. ketiga pengetahuan itulah yang mendukung soft skill, karena dengan soft skill, mahasiswa akan bisa menembus inperfect market competition=pasar kerja yang tidak hanya mengambil IP3 saja tapi ada kemampuan selain akademik. Waduh… ternyata berat ya menjadi seorang dosen.. hi..hi…
Catatan dari pak Fathul yang menggembirakan adalah adanya kenaikan gaji bagi dosen dan karyawan yang bisa memenuhi presensi hari kerja 8 jam/hari.. weh… gimana neh… bapak/ibu dosen… mau gak? Saya jadi teringat pidato pak mantan presiden kita, almarhum Soeharto. Jaman tahun 80an dulu, setiap tanggal 16 Agustus atau 1 April, adalah tanggal pidato presiden yang ditunggu-tunggu rakyat Indonesia karena selalu ada pengumuman kenaikan gaji pegawai negeri ato kenaikan harga BBM. Wah.. pak Fathul mengambil keputusan yang berani yach.. mudah-mudahan dech bisa menambah motivasi dan kinerja semua sivitas akademika.. Sukses deh untuk pak Fathul…
Rakor Fakultas eiy…..
April 13, 2008 by ami fauzijah


