Visioning.. Menyamakan visi. Itulah tema diskusi hari ini. Diskusi untuk mencerdaskan anak bangsa, ceile… sangat idealis. Tapi saya sangat enjoy dengan diskusi ini. Dengan mendatangkan pakar dari Mataram, Pak Catur Kukuh Suryanto (sarjana arsitek dan ketua LSM bidang pendidikan) yang sudah 10 tahun menggeluti pendidikan alternatif di Mataram, beliau memaparkan ceritanya sebagai berikut…
Di Lombok Utara dari mataram 30 km, beliau membuat pendidikan alternatif (karena tidak mau disebut sekolah alam) di pesisir pantai dengan laboratorium perikanan (yang mirip balai latihan)untuk SMA. Sukses dengan lab perikanan, beliau lanjut dengan pendidikan hutan. Kali ini dengan menggandeng Investor dari Philipina, Pendidikan di hutan, embrio untuk universitas. Pembelajaran di alam, hidup dan bersekolah dari hutan dan dalam waktu 2 tahun sudah jadi sarjana kehutanan.
Hayo… siapa yang mau? jadi pecinta hutan Indonesia?
Diskusi berlanjut dengan tema Pendidikan di Indonesia. Kali ini, saya pegang peranan.. walah..(karena saya ada maunya). Berniat melanjutkan cita-cita luhur.. kali ini saya ingin mendirikan sekolah yang benar-benar sekolah yang memiliki prinsip-prinsip dan nilai yang dianut: value dan prinsip. Dengan didukung oleh investor (insya Allah) dari bu Rini (isteri Direktur PT Semen Gresik), kami akan membentuk Tim solid untuk mendirikan sekolah model ini di beberapa daerah. Platform yang sama, tinggal varians dengan sentuhan daerah masing-masing. Row model dipantau bersama, diintervensi, digodok dan direplikasi.. Bentuk pendanaan operasional adalah cross subsidi.. orang tua, stakeholder.. ditambah lagi zakat produktif. Pendidikan itu mahal, tetapi bagaimana yang miskin tetap bisa menikmati pendidikan mahal itu.
Back to the point.. masih masalah visioning dengan berpegang prinsip bahwa pendidikan itu bertujuan membentuk manusia Dewasa dan mandiri. Dewasa dalam arti belajar untuk menjadi decision maker menggunakan nalar, logika, dan hati. Mandiri dalam arti independent dan interdepensi.. saling ada ketergantungan. Ditambahkan lagi bahwa pendidikan itu harus memahami konsep team work: kesepakatan, membagi peran, dan kemudian akan terbentuk tanggung jawab. Wah.. wah.. banyak sekali ulasan yang saya bisa adopsi untuk pendidikan.. ternyata pendidikan tidak sekedar tatap muka dan mengajar. Harus inovatif dan produktif..
Konsep baru yang akan diterapkan untuk model ini adalah: 4 pelajaran cukup.. Bahasa Indonesia, Inggris, Matematika, IPA.. Muatan lokal, nasional, global.. semua harus terintegrasi. Luar biasa.. saya belum bisa bayangkan seperti apa kurikulum yang tersusun nantinya… Kita tunggu aja episode berikutnya di saluran dan channel yang sama.. Ternyata diskusi berlanjut di laen waktu dan chanel laen..
Powered by ScribeFire.



Bu kepala sekolah, sudah ada fotonya yang dipajang belum? kalau belum, biaya bersaing loh
Cukup satu buah Asus EEE kok
)
ibu, ntar kalau sempet dan ada waktu, maen ke blog saya yach. alamatnya : http://henrylinux.blogspot.com
makasih !!!
mungkin ibu ada masukan2 buat blog saya. suapa bisa jauh lebih baek lagi.
Aduh mas Andri.. Satu buah Asus EEEq harus dikorbankan untuk sebuah foto yang harus dipajang? G ah.. I love my mini Asus
Mas Henry… saya juga pemula tentang blog.. saya belajar banyak sama p. andri… coba tanya p.andri.. beliau adalah pakar blog indonesia… weh… insya Allah..
menurut saya blog anda sudah cukup bagus untuk pemula.. y sama aja mungkin dengan saya.. harus banyak polesan untuk mempercantik… yang penting keep up date.. OK!!