Ada yang berbeda di semester genap ini dibandingkan yang lalu..
Dengan semangat 2008 (weeh..) saya sengaja datang pagi-pagi (jam 7.15 meskipun ngajarnya jam 9.30) ke kampus karena hari ini adalah hari pertama saya mengajar di semester genap dengan mahasiswa 2007 yang belum pernah saya ajar sebelumnya. Sesampai di kampus.. antara bingung dan linglung.. begitu buka lemari.. ha!!.. vierwer menghilang… tapi belum sempat mikir di mana mencari, ternyata di luar ruangan saya, sudah rame2 membicarakan masalah viewer yang dipasang di ruang kelas. Alhamdulillah… segera saya ikut nimbrung dalam pembicaraan mereka dan mencoba memikirkan seperti apa nanti ngajarnya dengan viewer yang sudah disiapkan di kelas.. saya menanyakan informasi dengan detil tentang mekanisme penggunaan dan perlengkapan yang harus dibawa. Owh.. ternyata kabel penghubung dan remotenya harus diambil dulu di bagian perkuliahan… Waduh.. cepek deh.. harus bolak-balik mengambil remote, kalo kabel cih sama aja. Sekarang stressnya ganti, mikir gimana caranya dalam satu hari kalo ngajarnya 3 kali dalam 3 ruangan kelas yang berbeda tanpa bolak-balik tuker remote ke bag perkuliahan?… Bu DR Dewi (doktor kita yang baru) juga ikutan stress… Meringankan beban di satu pihak, tetapi menambah capek karena harus riwa-riwi ke bagian perkuliahan… Ya mungkin remote nya bisa diduplikat? gitu ya pak Fathul.. he.. he…
Hari kedua ngajar.. sudah dengan PD nya datang pagi2.. tidak kalah dengan hari pertama.. ritual sudah dihafalkan; ambil kunci, remote, tanpa kabel karena sudah ada di kelas (kata petugas), spidol, absen. Lantai 4, agak ragu2 melangkah naik tangga memikirkan jika ada sesuatu, pastinya akan kesulitan jika harus turun ke lantai 1. Begitu sudah terpasang semua, remote dipencet 1 kali… 2 kali.. ah.. gak bisa. Sabar… ganti posisi. Pencet lagi, lagi, dan lagi… walah.. terpaksa kelas dimulai tanpa adanya slide di depan mata mahasiswa. Sambil memulai kelas, tangan tidak berhenti memencet tombol remote. Jam menunjukkan 7.45, berarti sudah 45 menit berlalu dan viewer tidak bergeming sedikitpun. I give up… menyerah.. harus ada yang memanggil petugas ke lantai 1. Maka, dengan alasan menghukum mahasiswa yang terlambat hadir di kelas untuk turun ke lantai 1 sekaligus mendatangkan petugas untuk menghidupkan viewer, alhamdulillah.. beres untuk hari ini..
Hari ketiga.. sudah dengan lebih tenang ke kampus… Seperti hari2 sebelumnya, datang pagi dengan ritual ke bagian perkuliahan.. ternyata… listrik mati…Allahu Akbar… Semua item yang harus dibawa ke kelas, tetap saya bawa, dengan harapan.. di tengah2 perjalanan mengajar nanti, saya bisa menikmati listrik.. hari Rabu adalah jadwal padat saya.. karena ada 3 sesi kelas saya ajar dari jam 7 sampai jam 3 sore. Jam demi jam saya lalui, sesi demi sesi juga sudah terlewati.. tidak disangka-sangka sampai sesi ke 3 kelas saya.. listrik ternyata tidak mau tau padatnya jadwal saya. Berat sekali.. hari ini harus dilewati dengan keringat bercucuran..
Mudah-mudahan, ini semua merupakan awal yang baik.. meskipun diawali dengan kerja berat dan stress…
Powered by ScribeFire.



tetap semangat bu..merdeka..Allahuakbar..
http://blog.dimasshogun.com
thanks mas dimas… btw foto-fotonya ok loh.. boleh donk private jepret.. he..he..