Saya mempunyai dua orang anak, yang pertama perempuan kelas 5 SD (namanya Adien) dan yang kedua laki-laki kelas 2 SD (namanya Mico). Keduanya sejak bayi dalam pengasuhan saya dan seorang baby sitter yang selalu berganti-ganti, dan insya Allah tidak pernah saya titipkan ke neneknya paling tidak sampai pertengahan 2007 yang lalu. Segala perkembangan dan pertumbuhan anak, selalu dalam pantauan saya.
Adien–sejak umur 1 tahun sudah pinter bicara (bahkan umur 1,5 tahun sudah mampu menghapal A-Z) tetapi secara motorik kurang, tetapi Mico secara motorik bagus (9 bulan sudah bisa jalan) tetapi baru banyak omong sekitar umur 3 tahunan…
Sekarang, karena keduanya sudah SD dan secara phsycology, mereka sudah mampu berinteraksi dengan lingkungan di sekitarnya, banyak hal yang berubah..
Dulu keduanya rukun-rukun aja, sekarang saya jadi bingung….
- Membelikan apapun.. seperti anak kembar.. harus 2
- Pergi ke mana-mana.. harus ikut semua
- Prestasi harus sama..
kalo keinginan keduanya sama dan berwujud benda ato barang, mungkin tidak jadi masalah bagi saya.. tetapi kalo berbeda dan saya tidak bisa memenuhi salah satunya.. wah.. benar-benar heboh.. apalagi berkaitan dengan pendapat ato pendirian yang benar-benar saling ingin mempertahankan… Dilema bagi saya.. saya diam salah.. membela salah satu anak saya juga salah.. Apa yang harus saya lakukan?? Keduanya secara otomatis minta pendapat saya dan minta pembelaan… Apa yang terjadi??
Kembali lagi, karakteristik keduanya sangat2 berbeda (padahal lahir dari satu rahim yang sama)…
Si kecil Mico jika tidak dibela akan ngambek luar biasa… Si kakak Adien, pendapatnya selalu benar secara logika dan bermental baja untuk tetap mempertahankan pendapatnya..
Dan saya sebagai ibu, paling tidak tahan kalo melihat si kecil nangis… wal hasil… saya selalu membela si kecil… dan si kakak Adien tidak terima dengan perlakuan saya ini.. Saya selalu ngomong.. kakak harus ngalah sama adek…
Setiap pertengkaran terjadi (sehari bisa 2-5 kali bertengkar).. saya selalu dihantui rasa bersalah.. apa yang terjadi sama anak2 saya? Apakah ini akan terjadi sampai mereka dewasa?
Saya mencoba survey di beberapa teman saya yang bervariasi jumlah anaknya dan jenis kelaminnya… hasilnya : 100% survey saya menjawab semuanya selalu bertengkar.. Dari yang anaknya 2 laki-laki dan/atau perempuan sampai yang anaknya 4.. bahkan yang anaknya 1 pun bertengkarnya sama ayah ato ibunya… cuma saya belum survey sama yang anaknya 7 (he… he..)
Ini mungkin bisa jadi renungan saya, wajar ato tidak.. kalo dilihat dari survey saya.. saya tidak begitu khawatir.. tetapi kalo saya diingatkan sama neneknya (yang sekarang sering saya titipin anak2).. hati saya jadi kecut dan tidak punya kebanggaan sebagai ibu lagi… Saya hanya mampu mendoakan anak2 saya agar jadi anak soleh yang bermanfaat bagi umat…
Powered by ScribeFire.



Bu Ami, Saya termasuk penggemar Nanny 911 yang ditayangkan MetroTV setiap Sabtu sore. Ada banyak trik untuk mengatasi masalah anak, dan tentu saja masalah orangtua yang kekanak-kanakan. Heheheh
Tha Nanny Diaries – bagus juga bu Ami, sudah nonton?
komentar lagi :
ndak masalah justru itu (bertengkar) baik, bahkan sampai-sampai ada orang yg berpendapat tidak ada persahabat yg kuat dengan tanpa pertengkaran…^_^
…kami juga seperti itu, dan itu hal yang lumrah…
apa kata Nabi : “tidak seorang orang tuapun jika ia memiliki 3 anak wanita dan ia berikan penghidupan yang layak melainkan ia akan masuk ke dalam syurga (atau dalam riwayat lain : ‘melainkan ia (anak wanitanya itu akan menjadi tameng/pelindungnya kelak di hari kiamat)”..
kemudian sahabat bertanya: “walapun 2 ank wanita ya rasul ?”, dijawab: “walaupun 2″, lalu shabat bertanya lgi, ‘walaupun 1 ya rasul..?’, dijawab : “walaupun 1″…(sori perawinya lupa…,hadist shohih).
artinya apa? artinya, memang yg namanya anak wanita itu suuu…lit perawatannya.., begitu yg saya dengar di kajian-kajian…termasuk juga pantangan-pantangannya, makanya barang siapa yang bersabar, maka beruntunglah ia..karena janji Allah adalah selalu pasti (al-hakku mir rabbikum)..
wallahu a’lam…^_^
biasa aja
numpang nulis y bu..
sebenarnya saya lom tahu menau soal mengurus anak
coz mang lom punya anak..
he..
kalo menurut saya c,pertengkaran yg terjadi antara anak ibu itu wajar..
coz mereka masih ingin mendapatkan perhatian seorang ibu…
dan mereka akan melakukan apapun tuk mendapatkan perhatian ibu..
saya juga dulu seperti itu kok bu ma adek saya..
insyaallah dengan berjalannya waktu mereka akn bertumbuh dewasa dan akn lebih memahami hidup ini..
wallahu a’lam…
Assalamualaikuum, …. pingin nimbrung nie. Soalnya anak saya juga begitu. Sedangkan, masa kecil saya sendiri dulu, saya nggak pernah bertengkar dengan saudara2 saya. Saudara saya lima dan kami tidak pernah bertengkar, soalnya saling mengalah, dan selalu memiliki aktivitas masing-masing.
Nah, anak-anak saya ini, juga lima orang (satu laki yang nomor satu, dan empat perempuan) selalu beraktivitas bersama-sama, mulai tidur (meskipun sudah ada kamarnya masing2, tetapi tetap saja akhirnya pada pindah ke satu tempat), makan, bermain, mengerjakan PR, mandi, berangkat sekolah, pokoknya, semua dikerjakan bersama-sama. Jarang sekali mereka mengerjakan di masing-masing tempat. kalaupun di pisah tempat, biar tidak saling mengganggu, juga cuman sebentar saja. Dan setelah itu akan kembali berkumpul.
Awalnya, saya juga sempat ditegur suami karena anak-anak suka bertengkar. Waktu itu saya jawab bahwa itu akan melatih mereka menghadapi dan memecahkan masalah, serta belajar bernegosiasi. Soalnya, toh setelah itu, mereka akan rukun kembali. Dan akhirnya, suami saya ikut bilang hal itu justeru yang akan mempererat hubungan mereka kelak ketika dewasa. (Ingat pengalaman masa kecilnya
)
jadinya, ketika mereka bertengkar, jika tidak sampai keterlaluan, kita akan melihat bagaimana mereka mengakhiri pertengkaran itu, dan kita juga biasanya membantu mendamaikan dengan jalan saling meminta maaf dan saling berpelllllukan. Akhirnya mereka akan tertawa bersama dan kembali bermain.
Jadi, intinya, kita mengarahkan bagaimana mencari solusi yang baik untuk memecahkan masalah karena bagaimanapun dalam kehidupan ini kelak, mereka tidak akan terlepas dari permasalahan. Dan pertengkaran anak-anak itu dapat dijadikan sebagai wahana bagi mereka untuk belajar menghadapi masalah dan menyelsaikan masalah tanpa mengundang masalah lain. Soalnya, saya yakin, semakin mereka dewasa, maka mereka juga akan semakin dewasa dalam bersikap. bagaimana Bu?